Deskripsi Produk
Deskripsi Produk
Free Flow Chian
BS25
| Chain Number | model | Melempar | Roller Dia. (D) | Roller Dia.(d) | Weight(kg/m) |
| BS25-C206B | SKVR25-1905 | 19.05 | 18.3 | 11.91 | 0.52 |
| BS25-C208A | SKVR25-2540 | 25.4 | 24.6 | 15.88 | 0.79 |
| BS25-C212A | SKVR25-3810 | 38.1 | 36.6 | 22.23 | 2.19 |
BS30
| Chain Number | model | Melempar | Roller Dia. (D) | Roller Dia.(d) | Weight(kg/m) |
| BS30-C212A | SKVR30-3810 | 38.1 | 38 | 18 | 2.14 |
Free flow chian, also called plus speed chain, accumulation chain, Differential chain.
Free flow chian, also called plus speed chain, accumulation chain, Differential chain.
It is a popular chain used in pallet/tray conveyor system.
Free flow chian, also called plus speed chain, accumulation chain, Differential chain.
Free flow chain is 1 of the major products of Seikonveyor. Its production is finished in automatic factory. In every month CZPT factory supplys over 500000 CZPT free flow chain to the market. Include different materials types: Nylon, steel, stainless steel. and different color: black, blue, brown. Our free flow chain is widely used in automatic conveyor system, especially for different kinds of assembly lines
BS25 free flow chain production view
Free flow chian, also called plus speed chain, accumulation chain, Differential chain.
BS30 free flow chain production view
Free flow chian, also called plus speed chain, accumulation chain, Differential chain.
We pick perfect rollers to assemble the free flow chain, to ensure the chain run smooth
Free flow chian, also called plus speed chain, accumulation chain, Differential chain.
Bulk production makes our free flow chain with competitive price in the martke.
Free flow chian, also called plus speed chain, accumulation chain, Differential chain.
For bulk order, we provide plywood crate package to protect it from damage during transportation.
| Bahan: | Plastik |
|---|---|
| Struktur: | Rantai Rol |
| Perlakuan Permukaan: | Electroplating |
| Fitur: | Tahan Api, Tahan Minyak, Tahan Panas |
| Chain 3: | 3 Speed Chain |
| Chain 2: | Speed Chain |
| Contoh: |
US$ 20/Meter
1 Meter (Pesanan Minimum) | |
|---|
| Kustomisasi: |
Tersedia
| Permintaan Khusus |
|---|

How does a conveyor chain handle inclined or declined conveyance?
A conveyor chain is designed to handle various types of conveyance, including inclined or declined applications. Here’s how a conveyor chain handles these situations:
1. Inclined Conveyance: When a conveyor system is required to move materials uphill, an inclined conveyor chain is used. The chain’s design includes special attachments or cleats that provide additional grip and prevent material from slipping or sliding backward. These attachments are strategically positioned along the chain to ensure effective conveyance on inclines.
2. Declined Conveyance: For conveyors that move materials downhill, a declined conveyor chain is utilized. Similar to inclined conveyance, the chain may have specialized attachments or cleats that help control the speed and prevent material from sliding too quickly. These attachments keep the material in place and ensure a controlled and efficient flow downward.
Both inclined and declined conveyance require careful consideration of the chain’s design, including the type and arrangement of attachments. The size, shape, and weight of the conveyed material also play a role in determining the appropriate chain configuration. It’s important to consult with conveyor chain manufacturers or experts to select the right chain and attachments for specific inclined or declined applications.

Bagaimana cara menghitung kebutuhan daya untuk rantai konveyor?
Perhitungan kebutuhan daya untuk rantai konveyor melibatkan pertimbangan berbagai faktor. Berikut proses langkah demi langkahnya:
1. Tentukan berat total yang akan diangkut: Ukur atau perkirakan berat total material atau produk yang akan diangkut oleh rantai konveyor. Ini termasuk berat produk itu sendiri, kemasan apa pun, dan muatan tambahan.
2. Tentukan kecepatan konveyor: Tentukan kecepatan yang diinginkan agar rantai konveyor beroperasi. Kecepatan ini biasanya diukur dalam kaki per menit (FPM) atau meter per detik (m/s).
3. Hitung kapasitas yang dibutuhkan: Kalikan berat total dengan kecepatan yang diinginkan untuk menentukan kapasitas sistem konveyor yang dibutuhkan. Ini akan memberi Anda berat per satuan waktu (misalnya, pon per menit atau kilogram per jam).
4. Pertimbangkan faktor desain konveyor: Perhatikan berbagai faktor desain seperti jenis dan jarak antar mata rantai konveyor, koefisien gesekan antara rantai dan komponen konveyor, serta sudut kemiringan atau penurunan sistem konveyor. Faktor-faktor ini memengaruhi kebutuhan daya.
5. Tentukan daya yang dibutuhkan: Gunakan rumus berikut untuk menghitung kebutuhan daya:
Daya (dalam tenaga kuda) = (Kapasitas × Faktor Gesekan) ÷ (33.000 × Efisiensi)
Di mana:
– Kapasitas adalah berat per satuan waktu (dari langkah 3)
– Faktor Gesekan adalah rasio tegangan rantai terhadap berat rantai, dengan mempertimbangkan faktor desain.
– 33.000 adalah faktor konversi untuk mengubah satuan menjadi tenaga kuda.
– Efisiensi adalah efisiensi keseluruhan sistem konveyor, biasanya dinyatakan sebagai nilai desimal (misalnya, 0,95 untuk efisiensi 95%)
6. Pilih motor yang sesuai: Berdasarkan kebutuhan daya yang telah dihitung, pilih motor yang dapat memberikan daya yang diperlukan untuk menggerakkan rantai konveyor. Pertimbangkan faktor-faktor seperti jenis motor, efisiensi motor, dan kapasitas beban berlebih.
Penting untuk dicatat bahwa kebutuhan daya dapat bervariasi tergantung pada desain sistem konveyor dan kondisi operasi tertentu. Konsultasi dengan insinyur yang berkualifikasi atau produsen konveyor disarankan untuk memastikan perhitungan yang akurat dan pemilihan motor yang tepat.

Apa itu rantai konveyor dan bagaimana cara kerjanya?
Rantai konveyor adalah jenis rantai mekanis yang dirancang khusus untuk digunakan dalam sistem konveyor. Rantai ini terdiri dari serangkaian mata rantai yang saling terhubung membentuk lingkaran rantai yang berkelanjutan. Mata rantai biasanya terbuat dari logam dan disambungkan melalui pin atau elemen penghubung lainnya.
Rantai konveyor bekerja dengan mentransfer daya dan gerakan dari mekanisme penggerak, seperti motor atau sproket, ke sistem konveyor untuk memindahkan material atau produk di sepanjang jalur yang telah ditentukan. Rantai ditempatkan pada jalur atau rel pemandu, dan saat bergerak, rantai tersebut membawa beban yang diletakkan di atasnya.
Pengoperasian rantai konveyor melibatkan langkah-langkah berikut:
- Transmisi daya:
Mekanisme penggerak mentransfer daya putar ke rantai konveyor, biasanya melalui motor dan roda gigi. Motor memberikan torsi yang diperlukan untuk menggerakkan rantai.
- Traksi dan gerakan:
Saat mekanisme penggerak memutar roda gigi, gigi-gigi roda gigi tersebut berinteraksi dengan mata rantai konveyor. Interaksi ini menciptakan gaya traksi, menyebabkan rantai bergerak sepanjang jalur yang diinginkan.
- Membawa beban:
Muatan yang akan diangkut ditempatkan di atas rantai konveyor. Muatan tersebut dapat berupa produk, material, atau barang lainnya. Saat rantai bergerak, ia membawa muatan di sepanjang sistem konveyor, memungkinkan pengangkutan atau penanganan yang efisien.
- Dukungan dan bimbingan:
Rantai konveyor ditopang dan dipandu oleh berbagai komponen, seperti rel pemandu, rol, atau strip tahan aus. Komponen-komponen ini memastikan keselarasan yang tepat dan pergerakan rantai yang lancar di sepanjang sistem konveyor.
Rantai konveyor umumnya digunakan di berbagai industri seperti manufaktur, logistik, pengemasan, dan penanganan material. Rantai konveyor menawarkan metode yang andal dan efisien untuk memindahkan produk atau material secara terkontrol dan otomatis.


editor by CX 2023-08-05